Langsung ke konten utama

Antusias Masyarakat Dutuno: Proses Pemilihan umum 2024 di guyur hujan.

Rudem-r News, 14 Februari 2024 - Masyarakat Dutuno menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi meskipun proses pemilihan umum 2024 terganggu oleh hujan deras.

Pada pagi yang cerah, ratusan warga Dutuno memadati TPS (Tempat Pemungutan Suara) sejak awal untuk menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan umum nasional. 

Namun, hujan deras yang tak terduga menghantam sebagian wilayah pada siang hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap memberikan suara mereka.

Meskipun menghadapi rintangan cuaca, pemilih tetap berbaris dengan sabar di luar TPS, dilengkapi dengan payung dan jas hujan, menunggu giliran untuk masuk dan memberikan suara mereka. 

Sejumlah petugas pemilihan umum turut berusaha keras memastikan kelancaran proses pemungutan suara meskipun kondisi cuaca yang tidak menguntungkan.

Para pemilih yang diwawancarai menyatakan bahwa hak suara mereka adalah hak yang berharga, dan mereka tidak akan membiarkan cuaca buruk menghalangi kewajiban demokratis mereka. 

Beberapa warga bahkan mengungkapkan rasa bangga mereka bisa memenuhi kewajiban warga negara di tengah kondisi cuaca yang sulit.

" Torang datang di TPS walaupun kondisi nya b pece ( becek ) karena di guyur hujan tetap Torang mo b pilih Torang pe jagoan " ucap warga Dutuno

Warga Dutuno yang memilih pun menyampaikan harapan pada calon yg mereka coblos mampu membawa perubahan untuk desa daerah bangsa dan negara.

" Sebenarnya ini bagian dari pengorbanan Deng ada harapan yang nantinya para pemimpin terpilih bisa bawa perubahan yang pasti bagi Torang masyarakat." Imbuhnya.
Para petugas TPS juga bekerja keras untuk memastikan kelancaran proses pemilihan, meskipun dihadapkan dengan tantangan cuaca yang ekstrem. 

Mereka menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi dalam menjalankan tugas mereka, memastikan setiap suara dihitung dengan tepat.

Penyelenggara menyampaikan pada Kondisi cuaca ini pun tak mensurutkan semangat penyelenggara PPS bersama jajarannya dan KPPS bersama jajarannya.

Ketua KPPS menyampaikan beberapa kendala pada pemilihan umum kali ini dengan adanya 5 kertas suara serta kondisi cuaca sehingga membuat mereka agak kesulitan.

" Jadi pemilihan kali ada beberapa yang membuat Torang kesulitan, pertama dengan adanya 5 kertas suara membuat kita agak kesulitan serta kondisi cuaca yang kurang baik" Ucap ketua KPPS

Sahril Abas, selaku ketua KPPS pun menyampaikan pasukan bekerja dengan maksimal walaupun kondisi TPS kurang baik.

" Pasukan bekerja sesuai dengan prosedur serta bekerja dengan semangat agar pemilu 2024 ini berjalan dengan baik." Tambah Sahril

Selain itu Ketua PPS ( Panitia Pemungutan Suara ) Niswan Koping, menyampaikan beberapa masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya.

" Jadi ada juga masyarakat yang tidak datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya, mungkin ini di sebabkan dengan kondisi cuaca sehingga mereka tidak melakukan pencoblosan" ucap Ketua PPS

Niswan yang biasa disapa Nis juga menyampaikan pihaknya tetap konsisten untuk melanjutkan sampai pada perhitungan suara walaupun dengan curah hujan yang deras.

" Kami tetap konsisten dengan penuh semangat juang untuk melanjutkan sampai pada proses perhitungan agar pemilu 2024 berjalan dengan sukses." pungkasnya.

Dengan semangat yang kuat dan komitmen yang tak tergoyahkan, masyarakat Dutuno memperlihatkan kepada dunia bahwa tidak ada halangan yang dapat menghalangi mereka untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Guyuran hujan hanyalah ujian kecil yang tidak mampu meredam semangat mereka untuk menentukan masa depan negara mereka melalui pemilihan umum 2024.

Penulis: Arisaputra 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resah Masyarakat Akibat Kurang Maksimalnya Pelayanan Puskesmas Paleleh

Rudem-r News , Masyarakat Paleleh merasa resah akibat kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas paleleh. Rabu, 31/01/2024 . Masyarakat Paleleh semakin mempertanyakan kinerja Puskesmas paleleh, menciptakan kekhawatiran akan kualitas layanan kesehatan. Peristiwa yang terjadi pada hari Kamis, 24 Januari 2024, salah satu masyarakat yang berasal dari desa Dutuno yang berobat mendapatkan pelayanan kurang maksimal. Farhan Batangale, menyampaikan bahwa istrinya tak di berikan pelayanan yang tidak baik bahkan salah satu perawat memvonis penyakit yang tidak benar. " Kita pigi di puskesmas paleleh Kase masuk kita pe istri ada saki, baru dorng vonis ada penyakit T*C, pas torng bawa di rumah sakit buol bukan itu Depe penyakit" Ujar Farhan Farhan juga menyampaikan bahwa bukan hanya soal itu, tempat istrinya di rawat pun tak layak lagi di tempatkan atau di gunakan dan pasien di keluarkan secara paksa oleh keluarga. " Sedangkan ruangan yang di Kase tinggal s...