Langsung ke konten utama

IPSS Gorontalo semakin Progresif, Perkenalkan kebudayaan “Aru” di Tanah Madinah

 


Dokumentasi IPPS Bersama Pemerintah Kecamatan Dungingi dan BNN Provinsi Gorontalo

Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan atau yang disingkat dengan IPSS provinsi Gorontalo semakin progresif menjalankan tugas tugas organisasi sebagai bentuk pencapaian pelaku pelaku organisasi yang berada di wadah IPSS itu sendiri. 

Bukan karena tidak ada sebab namun pencapian ini didapatkan di bawah kepemimpinan Ketua Muh Ali dan Sekretarisnya Andi Nurazizah, melalui kegiatan Kepemudaan yg bertajuk TOMSEL GOT TALENT yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Tomulabutao Selatan yang bekerja sama dengan FKP pada 10-12 Februari 2023 tepat pada malam penampilan kesenian IPSS Gorontalo membawakan seni kebudayaan Bugis Makassar yaitu aru. 

Dokumentasi; Prosesi Angngaru Tradisi budaya Bugis Makassar

Aru atau Angngaru merupakan tradisi yang turun temurun menjadi budaya leluhur bagi suku bugis Makassar. Angngaru ini biasa dilakukan pada saat penyambutan tamu dan pesta adat seperti pernikahan dan pesta adat lainnya yang bersifat ceremony. 

Angngaru berasal dari kata Aru yang artinya adalah sumpah jika di artikan angngaru merupakan ikrar yang diucapkan oleh orang orang gowa pada zaman dulu, tradisi ini biasanya di ucapkan oleh abdi raja kepada rajanya atau sebaliknya oleh raja keapada rakyatnya. Sebuah kebanggan besar Aru bisa di tampilkan di provinsi Gorontalo atau orang orang sering menyebutnya dengan istilah Tanah Madinah. 

Kegiatan TOMSEL GOT TALENT juga dihadiri oleh beberapa organisasi lintas Sulawesi diantaranya adalah  FKP,IPSS,FOPERMA,HIPMA POSO,GPK,GPPRG,KEPMMI,KPMW,HPMBG,IMIKB dan PPMIB-G. kegiatan ini bukan cuman penampilan kesenian namun terdapat beberapa event seperti Dialog Kepemudaan, Games dan Kegiatan Sosial Donor Darah. 

IPSS Gorontalo untuk ke 5 kalinya berpartisipasi dalam kegiatan FKP juga masuk dalam kepanitiaan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam event-event kepemudaan, ini menunjukan bahwa IPSS mampu menunjukan esistensinya sebagai organisasi kepemudaan yang progresif dan mampu bersaing dengan organisasi lainnya.


Penulis : RUDEM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resah Masyarakat Akibat Kurang Maksimalnya Pelayanan Puskesmas Paleleh

Rudem-r News , Masyarakat Paleleh merasa resah akibat kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas paleleh. Rabu, 31/01/2024 . Masyarakat Paleleh semakin mempertanyakan kinerja Puskesmas paleleh, menciptakan kekhawatiran akan kualitas layanan kesehatan. Peristiwa yang terjadi pada hari Kamis, 24 Januari 2024, salah satu masyarakat yang berasal dari desa Dutuno yang berobat mendapatkan pelayanan kurang maksimal. Farhan Batangale, menyampaikan bahwa istrinya tak di berikan pelayanan yang tidak baik bahkan salah satu perawat memvonis penyakit yang tidak benar. " Kita pigi di puskesmas paleleh Kase masuk kita pe istri ada saki, baru dorng vonis ada penyakit T*C, pas torng bawa di rumah sakit buol bukan itu Depe penyakit" Ujar Farhan Farhan juga menyampaikan bahwa bukan hanya soal itu, tempat istrinya di rawat pun tak layak lagi di tempatkan atau di gunakan dan pasien di keluarkan secara paksa oleh keluarga. " Sedangkan ruangan yang di Kase tinggal s...