Hendra Ambagu
Sekretaris Wilayah LMND Gorontalo
Demokrasi dan elit politik
Demokrasi sendiri merupakan sistem pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat, dimana setiap orang dapat mengambil bagian perihal keputusan yang akan mempengaruhi kehidupannya dalam bernegara.
Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang mengijinkan dan memberikan hak, kebebasan kepada warga negaranya untuk berpendapat serta turut serta dalam pengambilan keputusan di pemerintahan.
Namun saat ini Ruang demokrasi kian di kebiri oleh para elit politik, rakyat kian tak tau kepada siapa harus berkeluh kesah, para pimpinan dan elit politik kian seakan paternalistik .
Rakyat kian di bungkam dengan segala aturan yang mencekam, tepatnya pada Pasal 273 RKUHP Yang berbunyi "pihak yang melakukan unjuk rasa, pawai atau demonstrasi di jalan tanpa pemeberitahuan dan mengakibatkan terganggunya kepentingan umum di pidana penjara paling lama 1 tahun, dan ini nantinya akan di sahkan bulan Juli mendatang .
Beberapa pasal di dalam RKUHP tidak sejalan dengan semangat reformasi di Indonesia karena mengancam demokrasi serta persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia .
Elit politik tak lagi menjadi representatif rakyat, dan seakan berkhianat atas kepentingan individualis Masalah kian tak berujung, persoalan ekonomi, politik bahkan kehidupan sosial menjadi sasaran .
17 Agustus 1945 dengan gagah dan lantang kita dinyatakan telah merdeka, terbebas dari para kolonial penjajahan .
Apakah merdeka hanya sebagai formalitas? Ataukah kemerdekaan Hanya untuk sebagian orang saja?Secara defacto benar kita sudah merdeka, namun secara dejure kita kian masih di jajah oleh para elit politik .
Kini telah terbukti apa yang dikatakan oleh Bung Karno "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri".
Sebagai negara Demokrasi hanya sekedar narasi tanpa ada implementasi .
UUD 1945 dan juga Pancasila kini tak lagi menjadi landasan bernegara .
Sebagai rakyat yang cinta tanah air maka bersatu melawan kediktatoran adalah solusinya, Sehingga Demokrasi kembali pada substansinya yakni "DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT DAN UNTUK RAKYAT .
#Bangun_Persatuan_Nasional
#Hentikan_Imprealisme
#Menangkan_Pancasila

Mantap, kunjungi juga tampatbalajar.blogspot.com
BalasHapussiap terima kasih
Hapus